Peredaran pupuk palsu masih saja terjadi, utamanya marak ketika masa-masa permintaan pupuk demikian tinggi. Biasanya, di awal musim tanam dan musim hujan pupuk palsu banyak beredar.
Masyarakat khususnya petani harus lebih waspada. Pasalnya, hampir di setiap wilayah terjadi peredaran pupuk palsu tersebut. Pupuk palsu yang beredar umumnya memiliki nama yang dibuat mirip dengan pupuk asli. Merk/label pupuk dibuat mirip dengan yang asli. Saking miripnya label dan kemasan, pembeli hampir pasti tidak bisa membedakannya dengan yang asli. Kalau tidak teliti pasti akan tertipu karena mirip sekali dari segi kemasan. Bukan itu saja, penjual pupuk palsu, tidak segan-segan datang langsung ke rumah petani dengan penawaran harga lebih murah.
Fenomena peredaran pupuk palsu biasanya memang tidak bisa dipisahkan dengan mahalnya harga pupuk. Akibat pupuk mahal dan atau terbatasnya stok pupuk, membuat para petani tergoda untuk mendapatkan pupuk yang lebih murah yang risikonya adalah mendapatkan pupuk yang palsu. Realitas tersebut tentu tidak semata soal pupuk palsu, tetapi juga menyangkut pupuk yang dibuat dengan standar dan kualitas rendah. Tidak terstandardisasinya pupuk, tentu akan membawa implikasi terhadap kualitas hasil pertanian dan kondisi lahan pertanian….Read More

Share