Ambon: Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku menyatakan sektor minyak dan gas (migas) menjadi penopang terbesar terhadap meningkatnya nilai ekspor Maluku periode Januari-Juli 2022 sehingga mencapai USD48,31 juta. Angka itu naik sebanyak 50,85 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2021.

“Secara kumulatif nilai ekspor Maluku pada periode Januari-Juli 2022 tercatat sebesar USD48,31 juta atau meningkat sekitar 50,85 persen dibandingkan dengan periode yang sama Januari-Juli 2021, akibat ditunjang oleh komoditas migas,” kata Kepala BPS Provinsi Maluku Asep Riyadi, dilansir dari Antara, Senin, 5 September 2022. Ia menjelaskan kegiatan ekspor sektor migas pada periode Januari-Juli berupa minyak minyak mentah sebesar USD26,33 juta. Sedangkan dari sektor nonmigas, yakni perikanan, juga mendorong nilai ekspor Maluku dengan nilai USD21,98 juta dari komoditas ikan tuna, tuna sirip kuning, cumi-cumi, dan ikan kerapu hidup….Read More

Share