Risiko menipisnya persediaan nikel dalam negeri akibat permintaan pasar yang tinggi terhadap mobil listrik dinilai mesti diantisipasi dengan strategi yang komprehensif. Corporate External Affairs Director PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam mengatakan menahan laju ekspor nikel saja tidak cukup untuk menepis risiko tersebut. Menurutnya, diperlukan juga peningkatan mutu industri hulu nikel di dalam negeri sehingga komoditas tersebut bisa dihilirisasi serta memiliki nilai tambah.

“Kalau bisa diolah dalam negeri untuk memberikan nilai tambah akan lebih baik. Jangan dilarang ekspor tapi tidak ada hilirisasi dalam negeri,” ujarnya kepada Bisnis.com, Minggu (5/6/2022). Mengutip laporan Badan Pusat Statistik (BPS), volume ekspor nikel Indonesia periode Januari 2022 – April 2022 mengalami pertumbuhan berlipat ganda seperti halnya tren penjualan kendaraan listrik global tahun lalu….Read More

Share