Produksi komoditas tambang, khususnya batu bara di Tanah Air tahun ini diperkirakan akan terganggu oleh masalah cuaca. Menurut Djoko Widajatno, sektor pertambangan di Indonesia harus berhadapan dengan masalah cuaca, salah satunya fenomena la nina. Hal tersebut dapat memperlambat proses produksi karena diperlukan waktu untuk memompa jutaan liter air yang menggenangi area tambang.
Apabila keadaan di lapangan tidak segera diatasi, akan berdampak terhadap menurunnya volume produksi komoditas tambang tahun ini, khususnya batu bara.
IMA memperkirakan volume produksi batu bara periode Juni 2021 sampai dengan Juni 2022 mengalami penurunan 6 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. “Total, produksi baru bara diperkirakan 625 juta ton,” sambungnya…..Read More
